Contoh Puisi Berantai 4 Orang Yang Menarik

Kamu tentu pernah mendengar puisi? Karya sastra yang satu ini cukup populer yang memiliki irama dan penyusunan bait dengan susunan yang menarik untuk didengar. Salah satu jenis puisi yang kerap dibawakan oleh orang banyak adalah puisi berantai, bahkan hingga 4 orang. Puisi berantai 4 orang pada dasarnya merupakan jenis puisi yang digabungkan dari beberapa puisi dan dibawakan oleh 4 orang secara bergantian.

Pada dasarnya puisi yang digabungkan tentu memiliki suatu keterikatan pada isi, metafora, dan juga diksi yang saling bertentangan satu sama lain. Untuk lebih jelasnya tentu kamu harus mencoba mendengarkan contoh dari puisi tersebut.

Mengenal Puisi Berantai 4 Orang

Untuk yang baru pertama kali mendengan puisi berantai 4 orang bisa jadi akan sedikit bingung karena adanya perbedaan isi. Namun, jika kamu sudah mendengarkan puisi tersebut hingga selesai, kamu akan mendapatkan poin apa yang sedang dicoba pembacanya sampaikan melalui susunan bait-bait yang indah.

Pengertian Puisi Berantai

Puisi berantai merupakan salah satu karya sastra yang berupa puisi yang dibawakan oleh orang dengan jumlah 2 atau lebih. Tentunya penggabungan tersebut tetap menghadirkan sebuah kontradiksi antara satu puisi dengan puisi lainnya. Penggabungan dari puisi yang berbeda-beda tema tersebut dilakukan dengan cara penyatuan kata. Ketika puisi pertama sudah sampai di kata terakhir, maka sambungan dari kata tersebut akan dilanjutkan menjadi awal dari puisi berikutnya.

Contoh Puisi Berantai 4 Orang

Untuk lebih memahami mengenai puisi berantai 4 orang, tentu kamu harus mulai membaca atau mendengarkan contoh puisi berantai tersebut. Hal tersebut bertujuan agar kamu bisa mendapatkan gambaran secara langsung sehingga kamu akan cepat dalam memahaminya. Untuk itu, inilah contoh puisi berantai 4 orang tersebut:

Orang pertama: Seseorang yang sedang merindukan

Orang kedua: Seseorang yang sedang mencintai

Orang ketiga: Seorang yang cinta bangsanya

Orang keempat: Orang yang sedang patah hati

 

Sebuah renungan hati yang berbeda

Orang pertama: Tepat di sini, di tempat yang indah ini, kita berdua menari-nari, tak pernah terpikirkan untuk pergi. Semua yang terjadi antara kita, tersusun dengan sempurna, teringat di pikiran kita, tak pernah ada rasa ingin sirna ………

Orang kedua: Tak pernah terbayangkan sebelumnya, setelah semua yang tak disangka ada, dunia terasa lebih berwarna, saat ini semua menjadi lebih terasa ….

Orang ketiga: Seindah persatuan bangsa ini, terasa di seluruh negeri, sebuah hasrat yang amat suci. Sebuah wujud dari perjuangan, sebuah lukisan dan harapan …..

Orang keempat: Semua hanya menjadi tanpa makna, semua yang aku lakukan terasa sia-sia. Sebuah impian yang terlampau jauh, hingga hanya menjadi tempat mengeluh ……..

Orang ketiga: Meski dengan keterbatasan, dia hadir untuk berkorban, demi bangsa yang mendapatkan kemajuan. Jangan pernah kalian mencelanya, cuma dia yang mampu melakukan semuanya, semua dilakukan demi sebuah cita-cita mulia ……..

Orang keempat: Hingga semua sudah kulakukan, namun justru membuatku semakin kesepian. Semua tidak pernah kupikirkan lagi, hanya dia yang bisa membuatku sehancur ini ……….

Orang kedua: Entah mengapa membuatku tersipu malu, senyumanmu merubah dunia ini, tatapanmu membuat lemas tubuh ini ………

Orang ketiga: Semua tanpa rasa pamrih, meski harus terus merasakan perih …..

Orang pertama: Rasa ini harus tetap ku tahan, aku hanya bisa bertahan. Doa dan perjuangan akan senantiasa kulakukan, agar semua yang diinginkan bisa terwujudkan. Tetapi semua tidak selalu sesuai rencana, hamba hanya manusia biasa, tetap Tuhan yang maha kuasa ………

Orang ketiga: Itulah yang membuat dia terus berusaha, tak pernah ragu untuk mewujudkan kemerdekaan bangsa. Hingga sampailah semua di tahap ini, tidak pernah terpikirkan mengenai pujian atau caci maki, semua sudah kulakukan sepenuh hati ……..

Orang kedua: Hantaman rindu mulai membanjiri, sebuah tujuan yang ingin ku capai, setiap aku memandang sang pujaan hati, yang selalu membuat gejolak di hati, hingga ku sadar dia sudah pergi …..

Orang keempat: Tidak ada lagi yang tersisa, diriku semakin terluka. Semua ini harus dijalani, tidak perlu diambil hati, biarkan saja semua yang telah terjadi, membawa semua rasa di hati ini ……

Orang ketiga: Namun bangsa ini yang paling utama, meski semua tidak pernah selalu sama, biarkan yang di atas menentukan agenda, suara rakyat harus tetap ada.

Kesimpulan

Jika melihat dari cara pembawaannya, puisi berantai 4 orang sangat cocok diadakan di sebuah panggung pentas yang besar. Pembawaan puisi oleh 4 orang secara bergantian akan membuat pendengar semakin berkesan. Hadirnya beberapa tema yang kontradiksi justru akan membuat penonton semakin pensaran mengenai apa yang akan selanjutnya dibacakan. Tentunya semua itu perlu pemenggalan yang tepat juga sehingga puisi semakin nikmat untuk didengarkan.

Demikianlah artikel singkat, padat, dan jelas mengenai puisi berantai 4 orang. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu kamu dalam memahami lebih dalam mengenai pembawaan puisi dengan dua orang atau lebih. Atau untuk lebih jelasnya tentang penulisan puisi beratai 4 orang baca lebih lanjut di sini.